Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 1, 2021
Gambar
Gara Gara "Cinta Satu Malam" By: Yeyen Robiah Cinta satu malam, oh, indahnya Cinta satu malam, buatku melayang Walau satu malam akan s'lalu kukenang Dalam hidupku   Hati hati ya Mak, baca lirik lagunya biasa aja, ga usah kenceng kenceng apalagi sambil joget, hehehe…🙈🙈. Lagu Cinta Satu Malam ini dulu sempat populer di tahun 2009. Lagunya sangat mudah kita dengar di berbagai tempat. Dulu saya pribadi sering mendengar lagu ini di angkot setiap pergi pulang dari mengajar. Selain itu saya sering mendengarnya dari tetangga yang setiap pagi mencuci mobilnya dan selalu ditemani lagu lagu dengan genre funkot alias funky kota yaitu lagu yang menggabungkan dangdut dengan electronic music house.  Lagu Cinta Satu Malam ini sangat mudah dihafal atau diingat karena lirik lagunya yang itu itu saja, singkat dan banyak pengulangan atau repetition. Dengan repetition inilah secara perlahan namun pasti lirik lagu ini mudah masuk ke pikiran kita sampai  alam bawah sadar kita. Sedangkan secar...
Gambar
 Menjadi Ibu Juara By: Yeyen Robiah Akhir akhir ini terdengar kabar bahagia dari Tokyo Jepang tempat berlangsungnya olimpiade 2020. Tanpa dinyana tanpa diduga, pebulutangkis ganda putri kita akhirnya mendapatkan medali emas untuk pertama kalinya. Dua srikandi itu adalah Greysia Polli dan Apriyani Rahayu. Keduanya mengaku masih belum percaya bahwa mereka mendapatkan medali emas. Rasa bahagia, haru dan bangga bercampur menjadi satu, apalagi ketika lagu Indonesia Raya berkumandang di arena Olimpiade Jepang 2020.  Sedikit mengintip perjuangan kedua srikandi ini saya sangat kagum dengan kerja kerasnya sehingga sampai ke final dan akhirnya memenangkan pertandingan. Meski secara peringkat dunia, mereka ini masih di bawah pemain lawannya, namun ternyata mereka mampu mengalahkan Qing Chen dan Yi Fan Jia yang merupakan urutan peringkat ketiga dunia.   Secara keseluruhan skill mereka bagus tapi tak jarang mereka masih melakukan kesalahan kesalahan kecil. Namun semua itu teratasi ...
Gambar
 Salah Respon By: Yeyen Robiah Pulang sekolah adalah moment yang paling ditunggu para ibu di rumah. Moment disaat ibu bertemu kembali dengan pujaan hatinya. Banyak cerita indah, lucu, bahkan penuh haru yang diceritakan anak anak sepulang sekolah. Salah satunya cerita si sulung, Dhila, yang baru saja menjemput adiknya yang baru masuk SD.  Beberapa hari ini hujan sering turun di sore hingga malam hari. Hal ini membuat beberapa jalanan becek dan penuh lumpur. Sama halnya yang ada di daerah kami. Jalan utama memang sudah beraspal, tapi beberapa jalan kampung masih berupa tanah merah bebatuan. Siang itu meski mentari bersinar tapi sisa sisa hujan semalam masih ada. Sebagian jalanan masih meninggalkan lumpur tanah merah yang lengket. Keadaan inilah yang menyebabkan Dhila hampir terjerembab di jalan masuk menuju sekolah Aira. Jalan masuk yang tidak terlalu besar, di sampingnya ada pabrik garam, dan di ujung jalan sana ada peternakan ayam, membuat jalan itu sering menjadi jalan kelu...
Gambar
 Menjadi Orang Yang (Selalu) Beruntung By: Yeyen Robiah Pernah ga nemuin orang yang menurut kita dia tuh selalu beruntung alias hoki mulu? Ikut lomba, sering menang, punya usaha, laris mulu, nerbitin buku, always best seller, punya keluarga, bahagia, kuliahnya lancar, pinter, cantik, banyak temennya  dan ramah lagi. Masyaallah...Jujur ya,  kalau ketemu orang kaya gini tuh kamu perasaannya gimana?  Ikut seneng atau iri? hehehe...😅 Tapi keberuntungan keberuntungan itu kan yang kita lihat dari permukaannya. Kita ga tau lo perjuangannya selama ini. Ibarat gunung es, yang menyembul di permukaannya itulah yg kita lihat. Kesuksesannya, keberhasilannya, kebahagiaannya dan kekayaan materi dan hatinya. Ternyata kalau kita lihat lagi, bahwa gunung es yang menyembul itu,  hanya secuil sedangkan sebagian besar bagian badan dan bawah gunung es yang kuat itu berada di bawah permukaan air. Seperti itulah ilustrasi keadaan sesungguhnya orang-orang yang kita lihat sekarang ini y...
Gambar
 Kacamata Bu Guru By: Yeyen Robiah Menjadi guru adalah cita-cita yang mulia sekaligus berat. Guru dalam filsafat Jawa berarti digugu lan ditiru. Digugu artinya dia dipercaya. Baik dalam perkataannya maupun tindakan. Dengan dipercaya ini berarti dia harus bisa mempertanggung jawabkan apa apa yang sudah dia ajarkan dan dia sampaikan. Sedangkan ditiru artinya guru itu sosok yang patut diteladani, dicontoh atau dijadikan model bagi anak muridnya. Jadi inilah yang menjadikan seorang guru itu profesi yang mulia sekaligus berat.  Namun jika dilihat arti secara umum, sejatinya setiap kita adalah guru yaitu orang yang patut dipercaya dan ditiru. Yang menyampaikan ajaran ajaran kebaikan, ilmu pengetahuan baik secara formal maupun non formal. Orang tua menjadi guru bagi anak anaknya, kakak menjadi guru bagi adik adiknya, tetangga menjadi guru bagi tetangga lainnya dll. Dan kehidupan ini menjadi guru bagi kita para pelakunya yang siap mengambil hikmah dari setiap episode kehidupan.  ...
Gambar
 Seni Bertanya Pada Anak By: Yeyen Robiah Seperti biasanya, setiap sore gawai ini selalu berbunyi. Sekitar pukul 5 si kembar dan Aira waktuny bermain di luar. Setelah mandi dan makan sore, mereka menghabiskan waktu untuk bermain-main di depan rumah. Dan sekitar jam 5 an itulah gawai ini selalu berbunyi. Tak lain dan tak bukan panggilan video call dari si bujang yang di Jogja sana.  Kuangkat gawai itu dan muncullah sosok wajah remaja yang beranjak dewasa. Anak ini dulu pernah merasa insecure dengan badannya yang bulat. Namun selepas SD dan memutuskan tinggal di Jogja bersama mbah Kakung putri nya, badannya kian langsing. Langsing badannya ternyata terbentuk dari kebiasaannya naik sepeda ke sekolah setiap hari.  Wajahnya yang dulu bulat kini makin tirus. Rambutnyapun dah ada stylenya sendiri. Tapi satu yang ga berubah adalah matanya yang sipit.  "Assalamualaikum bu..." "Waalaikumsalam...piye Mar? Dah sehat?" "Alhamdulillah buk, dah sehat. Dah ga batuk pilek lagi....
Gambar
 Mengenang Masa Lalu By: Yeyen Robiah Matahari kuning kejinggaan begitu bulat sempurna mengintip dari kubah masjid depan rumah. Sisa sisa teriknya matahari tidak  menyurutkan langkahnya untuk main ke lapangan. Setelah sholat ashar,  Ayyasy meminta ijin main layangan sebentar, mumpung sudah ga terlalu panas dan banyak angin katanya. Saya mengijinkannya untuk main layangan setelah dia belajar online dari jam 8 sampai jam 12. Istirahat siang setelah sholat dhuhur sampai menunggu ashar tiba.  Setelah sholat ashar, segera dia membawa layangngan jagoannya ke tengah lapangan bersama teman temannya.  Mulailah dia memainkan benang dan layangannya pun meliuk liuk mengikuti arah angin yang berhembus. Terlihat wajahnya begitu ceria. Berbeda dengan tiga tahun yang lalu ketika dia masih duduk di kelas 3. Dia seorang yang pendiam, tidak mau bermain keluar rumah dan wajahnya datar datar saja.  Masa masa awal sekolah dasar adalah masa yang sulit bagi Ayyasy. Sejak awal dia ...
Gambar
 Kebiasaan Unik By: Yeyen Robiah Saya pernah membaca sebuah curhatan seorang ibu di FB beberapa tahun lalu, tepatnya kapan dan akun siapa, saya sudah lupa. Cuma curhatan itu sangat membekas di ingatan saya karena dia membahas perihal bantal guling yang membuat kehidupan rumah tangga adik laki lakinya hampir berantakan. Singkat cerita, si istri adeknya ini atau adik ipar ibu yang curhat itu punya kebiasaan memeluk guling yang dia punya sejak kecil. Guling ini selalu berada di tengah-tengah diantara dia dan suaminya. Awalnya suaminya ini menganggap wajar, tetapi ketika suatu waktu mereka bepergian dan harus menginap di rumah kakaknya (si ibu yang cerita ini) guling itu tidak terbawa. Alhasil semalaman si istri ini ga bisa tidur dan keesokan harinya minta segera pulang.  Dari kasus ini ada yang melihat dari sisi spiritual bahwa di guling itu ada apa apanya, jadi salah satu solusinya dengan diruqyah. Namun waktu itu ada yang komentar juga melihat kasus ini dari sisi ilmiahnya alia...
Gambar
 Bilik Termenung By: Yeyen Robiah Pernah kah suatu waktu Dengan semangat menggebu Siap melalui hari itu Dengan seribu harapan baru Tiba tiba semua menjadi kelabu Saat kutahu aku tak bisa mundur ataupun maju Karena bilik termenungku sedang buntu Kubolak balik tak menentu Merasai perut yang semakin kacau Mau tak mau larilah aku ke rumah ibu Hanya sekedar untuk membuang hajatku Itulah sepenggal puisi yang pastinya tak ingin kita alami. Masalah sepele namun bisa merusak mood seharian.  Dari masalah masalah sepele inilah,  kita tersadar bahwa kita sering lalai bersyukur pada apa yang kita miliki selama ini. Pada apa yang semua baik baik saja selama ini. Bilik termenung (alias WC) lancar ga buntu, pintu gerbang ga berderit, mesin cuci masih bisa berputar,  WiFi ga putus nyambung kaya kisah cinta monyetmu kala itu, kompor gas nya full jadi  minum kopi panasnya ga kepending,  bahkan ga kehabisan tisu di meja makan pun, kita sering lupa bersyukur.  Bersyukur it...
Gambar
 Sprei Bu Lastri (2) By: Yeyen Robiah Bu lastri, sosok ibu muda dengan perawakan tinggi, wajah hitam manis, dan badan agak besar adalah lulusan sebuah universitas swasta di Jogja. Karena sama sama dari Jogja, Bu Lastri sangat dekat dengan Bu Pri. Mereka sama sama perantauan di ujung selatan Bogor ini. Sedangkan Bu Pri yang tadinya seorang guru namun harus resign karena mau fokus ke anak anaknya di rumah.  Siang itu menjelang dhuhur, Bu Lastri sudah janjian mau ke rumah Bu Pri. Setelah berjibaku dengan urusan negara api, negara air dan penduduk desa Konoha, Bu Lastri segera ke rumah Bu Pri dengan si cantik Clara yang hobinya menyusu.  Rumah Bu Pri terletak di depan masjid, depan lapangan kompleks dan depan taman juga. Samping rumahnya ada pohon beringin besar yang akar akarnya menjuntai ke tanah. Dan di sampingnya lagi adalah rumah kosong yang sudah rusak. Katanya sih rumah kosong itu rumah sengketa antara pemiliknya dan istri mudanya. Nah Lo, makanya jangan sok sok an pun...