
Waktu Tersisa By: Yeyen Robiah Malam mulai merayap pelan ditemani temaramnya rembulan dan kerlingan para bintang. Hening, sunyi dan damai, seakan siap mengantarkan semua makhluk ke peraduan untuk sekedar melepas lelah seharian. Waktu berjalan terus maju dan takkan pernah mundur. Cepat sekali seperti anak panah yang melesat. Setelah menengok anak anak di kamarnya masing masing, menatap wajahnya satu persatu dan menyusuri garis garis kehidupan yang telah terpatri dari ujung rambut sampai ujung kaki, aku merasa bersalah. Banyak waktu yang terlewatkan bersama mereka. Dulu ketika mereka masih kecil hingga kini menjelang remaja, aku merasa tak pernah hadir seutuhnya ketika membersamai mereka. Meski bukan sebagai wanita karier, aku lebih banyak berasik ria di depan laptop dan hp. Beragam pembenaran dan pembelaan sering aku debatkan pada diri sendiri. Demi menjadi mompreneur kek atau demi ga dicap anti sosial kek dll, akhirnya aku banyak menghabiskan waktu berbasa ...