Postingan

Ajarkan Anak Berterima Kasih Tapi Jangan Lupa Ajarkan Juga Satu Hal Ini

Gambar
  Pulang sekolah, wajah Aira tampak sedih. Tak ada senyuman manis dan mata sipitnya yang makin sipit. Aira menaruh tas, sepatu dan bajunya tanpa berkata kata. Wah, ada yang ga beres nih.  Setelah merapikan tas, baju dan sepatunya, aku tawarkan makan siang dengan sayur kesukaannya. Aku ajak dia makan dengan sayur sop bakso kesukaannya. Dia mulai tersenyum tipis, wajahnya pun mulai ceria lagi. Perlahan wajah sedihnya pun hilang. Senyum dan tawanya mulai terdengar lagi apalagi saat dia mulai bermain dengan adik kembarnya. Ah, hati ibunya pun jadi lega.  Namun, sebagai seorang ibu pasti penasaran kan ya, kenapa wajah yang biasanya ceria kok tadi terlihat sedih. Ibunya dah siap siap ngobrol cantik nih. Setelah Aira terlihat tenang dan santai, perlahan aku mulai ngajak ngobrol. Setelah ngobrol ngalor ngidul, ngetan ngulon, akhirnya sampai juga ke intinya.  "Hem..hem..", ibunya mode on agak serius.  "Mba Aira, tadi di sekolah seneng kan?" "Em..iya seneng. Tapi ada ga ...

Memaknai Sebuah Episode Dalam Rumah Tangga

Gambar
Ibu… Ibu pernah bertengkar dengan suami? Atau pernah berselisih paham dengan suami? Pertengkaran ataupun perselisihan dalam rumah tangga itu hal yang wajar selama masih bisa dikendalikan dan tidak menjurus pada hal yang membahayakan. Namanya juga dua manusia yang memiliki karakter yang berbeda, kebiasaan yang berbeda, isi kepala yang berbeda dan isi hati pun berbeda, sedikit kurang pas atau kurang sreg itu pasti ada.  Sejenak kita ingat episode episode pertengkaran kita atau perselisihan kita dengan suami. Hal apa saja yang biasanya memicu kejadian itu? Kapan saja biasanya terjadi? Dan dalam keadaan yang bagaimana biasanya terjadi?  Pertanyaan pertanyaan diatas jika kita jawab dengan jujur maka akan muncul gambaran jelas beberapa episode pertengkaran kita dengan suami. Layaknya sebuah film, kejadian itu mulai bermain main lagi di pikiran kita. Tempatnya, waktunya, permasalahannya dan raut raut wajah seperti apa yang terpampang waktu itu. Dan biasanya rasa sakit, kecewa, marah,...
Gambar
Kebahagiaan Yang Tersembunyi sumber gambar: mommyasia Oleh: Yeyen Robiah Indikator ibu bahagia itu tak melulu soal materi, bisa kesana kemari, atau bisa haha hihi. Ada satu indikator bahagia yang sering kita lupa, kebahagiaan yang tersembunyi, yaitu menemukan jati diri, kekuatan kelemahan diri, hobi, passion dan kesadaran arah dan tujuan hidup.   Ketika seorang ibu sudah sadar, tahu dan mengenalinya, dia akan mudah bangkit dari keterpurukan apa pun. Dia menyadari betapa berharganya hidup ini yang memiliki tujuan jangka panjang, makanya dia tak akan mau menyerah karena suatu masalah. Dia tidak akan menyia nyiakan hidup dengan berkutat pada masalah dan masa lalunya. Dia mampu menghargai hidupnya dengan melepaskan dan membuang sampah sampah negatif dalam dirinya. Dendam, sakit hati, kecewa, marah, malu, merasa tak berguna, merasa bodoh dll, perlahan lahan dia sadari, dia maafkan dan dia lepaskan. Kini dirinya akan berusaha berhusnudzon pada Allah, tidak overthinking, mengambil si...
Gambar
 Mendidik "Apa Adanya" Dulu saya adalah seorang ibu yang mendidik anak apa adanya. Saya hanya berpikir, biarlah anak tumbuh kembang dengan sendirinya, toh nanti mereka juga bisa ini itu. sendiri. Mendidik dan membersamai mereka tanpa ilmu yang update, tanpa stimulan yang sesuai dengan usianya, tanpa monitoring dan evaluasi berkala. Why? Ya, karena mindset saya masih menganggap anak anak akan tumbuh kembang dengan sendirinya itu tadi. Perkara dia belum bisa ini itu, saya biasanya pakai dalil, setiap anak kan beda beda, ya wajar kalau belum bisa ini itu di usianya yang seharusnya sudah bisa ini itu. Pikir saya, nanti lama lama juga bisa sendiri. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya saya mendapati anak anak saya tumbuh dengan karakter yang berbeda beda namun ada satu kesamaan yaitu tumbuh kembang mereka kurang maksimal. Saya melihat seharusnya anak anak saya di usia tertentu sudah bisa begini begitu, tetapi kenyataanya mereka belum bisa. Lantas apakah saya sedih? Menyesal? ...
Gambar
Hati Hati, 3 Hal Ini Bisa Memunculkan Benih Dendam pada Anak Anak Kita ( part 3 ) Sumber gambar: kompasiana.com Setelah membahas 2 perilaku negatif dalam pola asuh anak, kini saatnya kita masuk ke point ketiga. Sebenarnya masih banyak perilaku negatif dalam pola asuh anak yang menyebabkan anak anak menjadi tak berdaya, bermusuhan dengan saudaranya atau bahkan menjadi traumatik,namun kali ini kita membatasi 3 hal saja. 3. Membanding bandingkan antara kakak dan adik Pernah ga, ketika orang tua melihat salah satu anak yang prestasi belajarnya kurang baik, yang perilakunya kurang baik atau bahkan yang kamarnya kurang rapi, secara spontan orang tua lalu membandingkannya dengan saudaranya, kakak atau adiknya?  "Coba tuh lihat adik kamu, rajin belajarnya. Gak kaya kamu bisanya cuma main terus". "Nih kamar kakakmu rapi kan? Beda banget ama kamar kamu dek, mainan dan buku dimana mana". "Ibu kan dah bilang, coba contoh itu adik kamu, ga pernah nglawan apalagi ngebantah...
Gambar
Hati Hati, 3 Hal Ini Bisa Memunculkan Benih Dendam Pada Anak Anak Kita (Part 2) Membahas tentang anak dan pola asuhnya memang tidak ada habisnya. Orang tua dituntut untuk selalu belajar dan terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Dengan belajar orang tua bisa meminimalisir salah didik atau pola asuh negatif anak sehingga membentuk anak anak sholeh sholehah yang baik dunianya dan baik akhiratnya.  Di part 1 sudah dibahas tentang salah satu perilaku negatif dalam pola asuh anak yaitu mudah menyalahkan sang kakak ketika adiknya menangis. Di part 2 ini kita akan kupas point kedua tentang hal apa saja yang bisa memunculkan benih benih dendam pada anak anak kita. 2. Sering meminta sang kakak untuk selalu mengalah pada sang adik Sepertinya hal ini terlihat wajar dan sering dilakukan para orang tua terhadap anak anaknya. Ya, kita sering meminta sang kakak untuk selalu mengalah pada adiknya.  Bisa disimak ilustrasi berikut ini. Suatu ketika kakak beradik sed...
Gambar
Hati Hati, 3 Hal Ini Bisa Memunculkan Benih Dendam pada Anak Anak Kita (Part 1) Orang tua mana yang ingin anak anaknya bertengkar? Orangtua mana yang ingin anak anaknya saling bermusuhan? Dan orang tua mana yang ingin anak anaknya saling mendendam?  Hampir semua orang tua menginginkan anak anaknya selalu rukun, saling membantu dan saling menyayangi. Tidak ada pemandangan yang paling indah selain melihat anak anaknya berjalan beriringan,  bergandeng tangan, rukun, dan saling menyayangi.  Namun ada beberapa orang tua yang belum menyadari bahwa ada beberapa perilaku negatif atau kebiasaan negatif dalam pola asuh anak anaknya. Perilaku negatif ini jika  tidak disadari lama kelamaan bisa menumbuhkan benih dendam anak anaknya terutama kakak kepada adiknya. Benih dendam ini nantinya yang akan membuat hubungan antar anak merenggang bahkan putus. Naudzubillah.  Nah perilaku negatif apa saja yang bisa menumbuhkan benih dendam pada anak anak kita? Yuk kita bahas satu persa...