Ajarkan Anak Berterima Kasih Tapi Jangan Lupa Ajarkan Juga Satu Hal Ini

 


Pulang sekolah, wajah Aira tampak sedih. Tak ada senyuman manis dan mata sipitnya yang makin sipit. Aira menaruh tas, sepatu dan bajunya tanpa berkata kata. Wah, ada yang ga beres nih. 


Setelah merapikan tas, baju dan sepatunya, aku tawarkan makan siang dengan sayur kesukaannya. Aku ajak dia makan dengan sayur sop bakso kesukaannya. Dia mulai tersenyum tipis, wajahnya pun mulai ceria lagi. Perlahan wajah sedihnya pun hilang. Senyum dan tawanya mulai terdengar lagi apalagi saat dia mulai bermain dengan adik kembarnya. Ah, hati ibunya pun jadi lega. 


Namun, sebagai seorang ibu pasti penasaran kan ya, kenapa wajah yang biasanya ceria kok tadi terlihat sedih. Ibunya dah siap siap ngobrol cantik nih.


Setelah Aira terlihat tenang dan santai, perlahan aku mulai ngajak ngobrol. Setelah ngobrol ngalor ngidul, ngetan ngulon, akhirnya sampai juga ke intinya. 


"Hem..hem..", ibunya mode on agak serius. 


"Mba Aira, tadi di sekolah seneng kan?"


"Em..iya seneng. Tapi ada ga senengnya, Bu".


"Emang apa yang bikin mba Aira ga seneng?"


"Kan temen Aira minta tolong ambilin botol minumnya, ya Aira ambilin. Tapi kok dia ga bilang makasih ya Bu?" 


Aira pasang wajah cemberut. Ibunya tarik nafas panjang dan hembuskan pelan pelan. Oh, ini to masalahnya. 


Ya, aku tahu lah gimana perasaan Aira. Dia tuh anaknya peka banget. Selama ini aku selalu mengajarkan dan mencontohkan untuk selalu mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah membantu kita. Ini sebagai wujud penghargaan kita kepada orang tersebut. Mungkin karena hal inilah Aira kecewa dengan temannya. Kenapa temannya ga ngucapin makasih? Dia merasa ga dihargai. Mungkin seperti itulah yang dirasakan Aira.


Dari kejadian ini, aku jadi sadar bahwa ketika kita mengajarkan anak untuk menghargai setiap usaha orang lain, minimal dengan mengucapkan terima kasih, itu bagus, dan lanjutkan. Namun, ada satu hal lagi yang harus kita ajarkan dan contohkan pada anak kita, bahwa ketika kita berbuat baik, niatkan perbuatan baik kita hanya untuk berbuat baik saja. Jangan berharap pujian, penghargaan atau apresiasi dari orang lain. Karena tidak semua orang bisa menghargai setiap usaha kita. 


Pahamkan kepada anak anak kita bahwa teruslah berbuat baik dan jangan berharap apa apa dengan perbuatan baik kita itu. Percayalah bahwa setiap perbuatan baik kita pasti akan kembali pada kita. Tak perlu kita mengharap pujian atau penghargaan orang lain. Cukuplah kita hanya berharap pujian, penghargaan dan balasan dari Allah saja. 


Sambil tarik nafas...Ya Allah...ini hal yang ga mudah bagi manusia seperti anakku, bahkan bagi diriku sendiri. 


Akhirnya aku hanya bisa mengajak diri ini dan Aira,  untuk belajar bareng. Belajar bahwa kita harus menghargai setiap usaha orang lain untuk kita, namun, kita juga harus belajar untuk menerima apapun balasan orang lain terhadap setiap usaha kita. Kita harus belajar untuk tulus, ikhlas dan selalu meluruskan niat dalam setiap usaha kita. Kita berbuat baik hanya untuk membantu orang lain dan cukup Allah saja yang membalasnya. 


"Aku sudah pernah merasakan semua kepahitan dalam hidup dan yang paling pahit ialah berharap pada manusia"

(Ali Bin Abi Thalib)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sepenggal Kisah dari Ruang IGD