Postingan

Gambar
Antara Menulis dan Visi Misi Hidup  By: Yeyen Robiah Menulis adalah kegiatan menuangkan ide, gagasan atau pikiran melalui tulisan. Menulis juga bisa dijadikan ajang curhat untuk mengeluarkan apa apa yang dirasa dan dialami oleh seseorang. Banyak yang bilang, setelah menulis hati kita yang tadinya berat, gundah gulana menjadi lebih plong dan  ringan. Ada juga yang merasakan ketika sebelum menulis pikiran ini ruwet menjadi lebih tertata dan teratur. Inilah yang mendasari ada ungkapan bahwa menulis itu menyembuhkan or  “ writing is healing”. Kegiatan menulis yang paling populer saat ini terutama di kalangan emak emak adalah menulis status atau postingan di FB. Coba cek FB kita, maka akan kita temui beragam tulisan. Mulai dari tulisan tentang kebahagiaan, kekecewaan, kesedihan, kesenangan, kegiatan sehari hari, dan tentu saja tulisan tentang penawaran produk atau jualan. Beragam tulisan ini menandakan bahwa para emak itu sebenarnya jago menulis. Mereka begitu lihai memainkan ...
Gambar
Rumah Berantakan By: Yeyen Robiah Siapa sih yang suka rumahnya berantakan. Rumahnya kaya kapal pecah. Barang barang berserakan dimana mana. Mainan anak berserakan, lantai becek dan penuh remahan biskuit dan buku buku keluar dari raknya. Nah kalau sudah begini, biasanya yang menjadi kambing hitamnya adalah anak anak. Betul ga ibu ibu? Hehehe….kasihan ya kamu Nak.. Coba perhatikan lebih seksama lagi. Apakah benar rumah berantakan hanya karena anak anak saja?  Ya anak anak memang suka bermain dan mengeksplorasi segala sesuatu di rumah. Misal bermain di ruang tamu dengan menumpahkan semua isi mainannya dari kardus, menurunkan buku buku dari rak bukunya, atau bahkan menumpahkan air dalam gelas yang ia temukan di meja ruang tamu. Bukankan fakta ini sudah menjadi bukti bahwa memang anak anaklah penyebab rumah berantakan.  Ternyata fakta ini tidak sepenuhnya benar bahwa anak anak lah penyebab berantakannya rumah kita. Coba ingat ingat lagi, siapa yang menaruh gelas penuh dengan air di...
Gambar
 Panci Bocor By:Yeyen Robiah Pagi Itu seperti pagi pagi biasanya, bu Pri ditemani para balitanya menyapu halaman depan rumahnya. Sementara bu Pri menyapu, anak anaknya bermain dengan si oren, kucing tetangga. Matahari sudah kelihatan menyembul di sela sela rumah tetangganya yang kebetulan berada di ufuk timur. Sambil menyapu dan bermain main, kegiatan ini juga digunakan untuk berjemur.  Seperti biasa pula, dari seberang sana terlihat sosok ibu dengan kereta bayinya menyebrangi tengah lapangan menuju arah rumah bu Pri. Ya siapa lagi kalau bukan bu Lastri dan baby tralalanya.  Namun pagi ini ada yang berbeda dengan penampakan bu Lastri dari kejauhan. Bu Lastri jalannya pelan sekali, malah agak pincang kelihatannya. Lalu yang biasanya bu Lastri sudah semangat memanggil manggil bu Pri dari kejauhan sambil melambai lambaikan tangan, kini yang terlihat bu Lastri agak nyengir nyengir gitu. Ada apa gerangan dengan bu Lastri? Bu Pri sudah mempersiapkan diri untuk mendengarkan kisa...
Gambar
 Hidup itu Pilihan By: Yeyen Robiah Pernah ga suatu hari kita merasakan hidup kita berantakan. Pekerjaan rumah banyak terbengkalai, anak anak rewel ga jelas, dan kita bawaannya marah marah dan nge gas . Sebenarnya hari itu dilalui tanpa tekanan. Malah bisa dibilang santai. Bangunnya agak siangan, ga keburu buru mandi pagi, makanan dah ready karena baru saja beli dan anak anak ga sakit, sehat sehat semua lagi. Tapi kok hari itu malah bikin hati nyesek ya.  Hari itu tuh bawaannya pengen santai ga dikejar kejar kerjaan. Pengennya rebahan sambil scroll scroll IG, lalu pindah ke FB dan berakhir ke wishlist di marketplace. Sudah bosan main hp pindah ke nonton film atau ke channel youtube. Pilihannya macem macem, ada drakor yang bikin baper, ada lagu lagu nostalgia 90an, atau ada film film netflix yang menarik. Ya hari itu pengennya santuy dan hidup ngalir aja kaya air. Yang sekarang ya sekarang, yang besok mah gimana besok aja.  Tapi kok ada yang aneh ya. Perasaan hidup udah di...
Gambar
Membangunkan Otak By: Yeyen Robiah Tahun ajaran baru kali ini berbeda dengan tahun ajaran kemarin. Meski masih pandemi, sekolah baru Ayyasy, anak saya nomor tiga sudah memberanikan diri untuk pembelajaran tatap muka. Karena masih masa percobaan, sepekan hanya masuk tiga hari. Kebijakan ini membuat saya merasa antara senang dan khawatir juga. Pasalnya pandemi belum benar benar berakhir , ini yang membuat saya khawatir, sedangkan senangnya, pembelajaran offline membuat anak saya lebih semangat belajar. Ya tahu sendirikan ya bu ibu, pembelajaran online itu tak senikmat pembelajaran offline. Anak anak hanya disuguhi link youtube, share screen dan modul online. Semua berbasis laptop atau hp. Dan seringnya ini dijadikan kesempatan anak anak itu bermain game.  Setelah pembelajaran offline berjalan beberapa pekan terlihat perubahan yang signifikan dalam gaya belajar Ayyasy. Buku catatan mulai terisi dengan materi materi pelajaran dan soal soal PR di LKS juga mulai antri untuk dikerjakan. A...
Gambar
Ibu Bahagia By: Yeyen Robiah Pagi itu matahari mulai menampakkan wajahnya. Kuning merona menghangatkan tubuh. Sambil menyapu halaman depan yang tidak terlalu luas, Bu Pri tak lupa menyapa orang orang yang lewat depan rumahnya. Dulu kebiasaan ini termasuk kebiasaan yang aneh di lingkungan sini. Kami penghuni komplek ini kebanyakan para pendatang, jadi tidak saling kenal satu sama lain. Namun karena kebiasaan kami sejak  kecil di Jogja sana, jika bertemu orang lain harus saling sapa. Nyuwun sewu, badhe tindak pundi? Nderek langkung, Bu..dll. Akhirnya setiap pagi sudah berapa orang yang berhasil terpaksa tersenyum pagi itu karena disapa bu Pri.  Seperti biasa, pagi itu masih sambil menyapu, bu Pri sudah sedekah senyum ke banyak orang. Dia bersama tiga balitanya sudah beraktifitas pagi dengan menyapu, berlari lari dan berjemur. Dari Kejauhan terlihat bu Lastri menuju ke arahnya sambil mendorong sepeda dan menyuapi si baby cantik. Bu Lastri melambai lambaikan tangannya say hello. K...
Gambar
 Bermain Setulus Hati By: Yeyen Robiah Gadis kecil berambut lurus, bermata sipit, berkulit putih dan hidung yang ga terlalu mancung, sebut saja namanya Aira adalah sosok gadis kecil yang periang, senang bercerita dan senang menggambar. Hampir setiap bertemu kertas nganggur, tangannya ga bisa diam. Segera dia ambil pensil dan mulai menggambar. Sampai kardus susu bagian  dalamnya ikut dia gambar. Karena kebutuhan kertasnya sangat banyak, akhirnya saya sengaja membelikan dia satu rem kertas hvs. Senangnya dia dengan tumpukan kertas kosong melebihi senangnya dia dapet mainan masak masakan. Oiya, kini dia sudah masuk SD dan sudah mulai mengenal tulis menulis, jadi sekarang saya menyarankan agar setiap setelah menggambar, coba tulis apa saja yang berhubungan dengan gambarnya. Bisa dengan menuliskan nama bendanya, perasaannya, atau bahkan bagaimana kejadiannya. Meski belum berbentuk kalimat, masih dalam bentuk kata kata lepas, menurut saya itu sementara sudah cukup. Nanti bisa digali...